Kita tentu
sudah tidak asing dengan istilah muktamar. Kata ini sering muncul ketika sebuah
organisasi, lembaga keagamaan, atau komunitas menyelenggarakan forum besar
untuk membahas berbagai persoalan dan menentukan keputusan bersama.
Tetapi,
pernahkah kita bertanya: sebenarnya apa arti kata “muktamar” dan dari mana asal
katanya dalam bahasa Arab?
Dalam bahasa
Arab, muktamar ditulis:مُؤْتَمَر
Secara umum,
kata مُؤْتَمَر berarti konferensi, pertemuan, atau
forum untuk membahas dan memusyawarahkan suatu persoalan. Karena itu, ketika
kita mendengar istilah Muktamar Nahdlatul Ulama, Muktamar
Muhammadiyah, atau muktamar organisasi lainnya, maknanya tidak sekadar
“pertemuan”, tetapi sebuah pertemuan resmi yang di dalamnya terdapat proses
pembahasan dan pengambilan keputusan.
Dari mana kata
مُؤْتَمَر berasal?
Secara
morfologis, مُؤْتَمَر
berkaitan
dengan kata kerja اِئْتَمَرَ
– يَأْتَمِرُ – اِئْتِمَارًا, yang bermakna bermusyawarah, berunding,
atau saling memberi pertimbangan dalam suatu perkara.
Jika
ditashrif, bentuknya dapat ditulis:
اِئْتَمَرَ – يَأْتَمِرُ –
اِئْتِمَارًا – مُؤْتَمِرٌ – مُؤْتَمَرٌ – اِئْتَمِرْ – لَا تَأْتَمِرْ–
مُؤْتَمَرٌ
Di sinilah
menariknya kajian sharaf. Kata مُؤْتَمَر tidak hanya dipahami dari bentuk
akhirnya, tetapi juga perlu dilihat dari proses pembentukan katanya.
Dalam
pembahasan morfologi Arab, مُؤْتَمَر dapat berkaitan dengan dua kemungkinan
fungsi. Pertama, ia dapat dipahami sebagai isim zaman atau isim makan, yaitu
kata benda yang menunjukkan waktu atau tempat berlangsungnya suatu aktivitas.
Dalam konteks ini, muktamar dapat dipahami sebagai tempat atau waktu
dilaksanakannya pertemuan untuk bermusyawarah.
Kedua, مُؤْتَمَر juga dapat dipahami sebagai isim maf‘ul,
yaitu kata benda yang menunjukkan sesuatu yang dikenai suatu perbuatan.
Perbedaan analisis ini berkaitan dengan cara para ulama sharaf menjelaskan asal
dan pembentukan kata tersebut.
Dengan
demikian, kata مُؤْتَمَر
sebenarnya
menyimpan makna yang lebih dalam daripada sekadar “konferensi”. Di dalamnya
terdapat gagasan tentang berkumpul, berunding, bertukar pendapat, dan membahas
suatu persoalan secara bersama-sama.
Muktamar
dan tradisi musyawarah
Jika ditarik
ke dalam konteks penggunaannya dalam bahasa Indonesia, makna tersebut menjadi
sangat relevan. Sebuah muktamar pada dasarnya bukan sekadar acara berkumpul.
Ada agenda, pembahasan, pertukaran pandangan, dan yang paling penting adalah upaya
mencapai keputusan bersama.
Karena itu,
memahami asal kata مُؤْتَمَر
membantu
kita melihat bahwa istilah muktamar yang kita gunakan sehari-hari masih
membawa jejak makna dari bahasa Arabnya.
Jadi, ketika
mendengar kata muktamar, kita tidak hanya perlu membayangkan sebuah forum
besar. Di balik kata tersebut terdapat konsep musyawarah dan perundingan untuk
membicarakan suatu perkara secara bersama-sama.
Reviewed by aprase
on
Agustus 31, 2026
Rating:

Tidak ada komentar: