Makna pahlawan sering kita kaitkan dengan perjuangan fisik melawan penjajahan dengan darah, senjata, dan pengorbanan sampai titik terakhir. Namun, apakah kita sadar bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya ada di medan perang, tapi juga hidup di ruang-ruang kecil kehidupan sehari-hari?
Perjuangan istri sering tidak terlihat, tetapi pengaruhnya
luar biasa. Dari tangannya, lahir generasi yang membawa masa depan bangsa. Dari
hatinya, tumbuh kasih sayang yang menjadi pondasi rumah tangga.
Ia mengelola rumah di tengah keterbatasan, menjadi tempat
berlabuh bagi suami, menanamkan nilai dan moral bagi anak-anak, serta menjaga
keseimbangan antara cinta, tanggung jawab, dan pengorbanan. Semua itu dilakukan
tanpa keluh, dengan hati yang ikhlas.
Seorang penyair Arab modern, Syaikh Hafidz Ibrahim, pernah
berkata:
Perempuan bukan sekadar membesarkan anak secara fisik,
tetapi juga membentuk akhlak, karakter, dan jiwa mereka. Karena itu, mendidik
perempuan sama artinya dengan menanam benih peradaban.
Allah SWT juga menegaskan dalam firman-Nya:
Begitu pula sabda Rasulullah SAW:
Pengorbanan istri adalah bentuk nyata dari jihad fi
sabilillah, perjuangan di jalan Allah untuk menjaga keluarga, cinta, dan
keharmonisan rumah tangga.
Rasulullah SAW juga menegaskan betapa besar peran ibu dalam
kehidupan seorang anak.
Tiga kali Nabi menyebut “ibumu” bukan tanpa alasan. Itu
adalah pengakuan bahwa ibu dan juga istri adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya,
tempat mereka belajar kasih sayang, kejujuran, dan iman.
Sayangnya, peran besar itu sering dianggap hal biasa.
Padahal, tanpa mereka, keluarga kehilangan arah, dan bangsa kehilangan pondasi
moralnya. Hari Pahlawan bukan hanya saatnya mengenang para pejuang di masa
lalu, tapi juga merenungkan perjuangan para pahlawan sunyi yang setiap hari
menjaga kehidupan dari dalam rumah, para istri dan ibu kita.
Mungkin istri tidak memanggul senjata, tapi ia memanggul
cinta, doa, dan tanggung jawab dan
itulah bentuk kepahlawanan paling sejati. Dan di balik setiap anak yang
berakhlak mulia, ada seorang ibu yang sabar menanamkan nilai di hati kecilnya.
Di sanalah pahlawan sejati bekerja dalam diam. (agp)
Reviewed by aprase
on
November 10, 2025
Rating:
