Pernahkah kita mengucapkan “Tabarakallah” tanpa benar-benar memahami arti dari ungkapan tersebut, hanya karena sering mendengarnya di media sosial? Frasa ini acap kali diucapkan saat melihat sesuatu yang indah, anak-anak yang lucu, pemandangan yang memukau, atau saat seseorang mencapai sesuatu. Sayangnya, banyak orang mengucapkannya hanya untuk ikut-ikutan, tanpa menyelami makna yang sebenarnya.
Sebenarnya, dalam bahasa Arab,
istilah تَبَارَكَ (tabraka) bukanlah
sekadar ungkapan kekaguman yang biasa. Kata ini berasal dari akar بـ ر ك (ba-ro-ka) yang berkaitan dengan berkat,
kebaikan yang terus berkembang, dan kemuliaan yang sempurna. Dalam struktur
bahasa Arab, kata ini adalah fi‘il madhi
(kata kerja lampau) dan mengikuti pola tafa‘ala (تَفَاعَلَ),
yang seringkali menunjukkan makna yang kuat dan dalam.
Menariknya, kata tabaraka hanya
ditujukan untuk Allah SWT dan tidak boleh digunakan kepada manusia atau makhluk
lainnya. Oleh karena itu, para cendekiawan menjelaskan bahwa ungkapan ini
mencakup arti seperti Maha Suci, Maha Tinggi, Maha Agung, dan Maha Mulia. Maka,
ketika seseorang mengucapkan “Tabarakallah”, sebenarnya mereka sedang mengagungkan
Allah, bukan sekadar memuji apa yang terlihat.
Salah satu contoh terdapat dalam
Surah Al-Mulk ayat 1:
تَبَارَكَ
الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ
“Maha
Suci Allah yang menguasai segala kerajaan. ”
Begitu juga dalam Surah Al-Furqan
ayat 1:
تَبَارَكَ
الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ
“Maha
Mulia Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya. ”
Ayat lain yang mirip juga bisa
ditemukan dalam Surah Al-Mu’minun ayat 14:
فَتَبَارَكَ
اللّٰهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
“Maka
Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. ”
Dari penjelasan ini, kita dapat
mengerti bahwa “Tabarakallah” sejatinya bukan sekadar istilah islami yang
terdengar menarik. Ia merupakan pengakuan bahwa seluruh keindahan, kehebatan,
dan kesempurnaan pada akhirnya berasal dari Allah. Ketika kita melihat sesuatu
yang luar biasa dan mengucapkan “Tabarakallah”, kita diingatkan untuk terus
mengagumi ciptaan serta selalu ingat kepada Sang Pencipta.
Perlu juga dicatat bahwa ini
berbeda dengan “Barakallah”. Jika “Tabarakallah” ditujukan untuk mengagungkan
Allah, maka “Barakallah” lebih kepada ungkapan doa agar seseorang mendapatkan
keberkahan. Walaupun terdengar mirip, keduanya memiliki makna yang berbeda.
Reviewed by aprase
on
Mei 16, 2026
Rating:

Tidak ada komentar: